Alunan depape menghantarkan jemari ku untuk segera bermain keyboard notebook biru. Rindu rasanya dengan si biru, terlebih lagi kepala ini pusing tak kuat menahan kegemasan ingin segera mengetik menceritakan tentang suatu hal yang begitu membahagiakan. Lagi, dan semoga tidak bosan izinkan ku bermesraan dengan Rumah Dunia.
Minggu, 21 Maret 2013. Hari kartini bukan? Bukan sekedar itu, hari istirahat yang tidak seperti biasanya mataharinya begitu terik, membuat siapa saja ingin berbetah lama-lama di dalam rumah, menikmati kasur empuk atau menikmati es kelapa. Ahh, sungguh enaknya. Ya, hari lalu kemalasan sangat menyayat jiwaku, cuaca yang panas, mata yang tidak kuat untuk dibawa tidur, dan pedal sepeda yang lepas. Oke, kalau mengikuti rasa malas, tidak akan maju-maju. So, akhirnya berjalan menenteng sepeda dari pondokan menuju jalan raya yang wow lumayan bikin gempor hu. Read more...04 Pebruari 2013 - 23:33 (Diposting oleh: Rumah Dunia)
Oleh Jang RuDun
CV Abadi Berkah pd 21 Januari 2013, mengajukan uang muka Rp. 572.430.000 untuk pembangunan gelanggang remaja di Taman Budaya Rumah Dunia, di areal 3000 Meter persegi. Dananya dari Kemnpora sebesar Rp. 2 milyar 42 juta. Tahun 2013 ini gedung kesenian dengan kapasitas 150 orang, insya Allah, akan terwujud.
Gol A Gong, ditemani Firman Venayksa menandatangani berkas pengajuan uang muka, yang diajukan CV Abadi Berkah. Doakan ya.
Read more...Oleh Ahmad Wayang
Bertualang naik gunung memang sudah lama saya dambakan. Maka saat Riezky (21), salah satu kawan dari Keluarga Pecinta Alam (Kepala) mengajak saya untuk ikut naik Gunung Salak di Bogor, tanpa pikir panjang, tawaran itu langsung saya iyakan. Kabar itu datang di awal bulan April. Jujur, mendengar kabar itu, rasanya hati bahagia. “Kepala mau nanjak gunung Salak, akhir April nanti. Ikut ga, Wayang?” kata Riezky lewat pesan singkat.
Oleh Tias Tatanka
Empat belas tahun lalu, di teras samping yang masih terbuka, sekardus majalah Bobo dan beberapa buku cerita tersedia hampir setiap siang. Kadang saya dan Nabila Nurkhalishah Harris kecil menunggu dari balik pintu suara renyah anak-anak kampung Ciloang dan komplek Hegar Alam bermunculan sepulang sekolah. Setiap pulang kerja, Gol A Gong selalu menagih cerita tentang kegiatan itu. Read more...16 Agustus 2012 - 23:20 (Diposting oleh: Rumah Dunia)
Hilman Sutedja
05 April 2012 - 13:52 (Diposting oleh: Rumah Dunia)
Oleh Suni Ahwa
Sinar matahari siang ini begitu cerah. Aku melangkah keluar dari rumah dengan harapan yang masih membumbung tinggi di atap-atap kepalaku.
“Semoga anak-anak Rumah Dunia hari ini menunaikan janjinya,” doaku mengiringi setiap langkah. Tas batik biru kubalutkan pada pundakku. Berat mulai terasa ketika kakiku memasuki jalan setapak menuju Rumah Dunia. Bola mataku berkeliling menyusuri setiap liku titik-titik anak-anak biasa nongkrong dan biasa bercengkrama. Lalu mataku tertumbuk pada dua orang anak yang berada di atas pohon seri. Read more...Oleh Indra Nugraha (Kontributor Jawa Barat), February 26, 2013 11:52 pm
Dari puisi, sampai novel dia menyuarakan isu-isu lingkungan. Foto: Indra Nugraha
22 November 2009 - 16:45 (Diposting oleh: Rumah Dunia)
Oleh: Lanang Sejagat
Aco, (17th) adalah salah satu peserta Pelatihan Pendampingan Musik Anak Jalanan Se-Banten yang diadakan di Rumah Dunia dan bekerja sama dengan Balai Pendidikan Pelayanan Khususu (BP2K) Dinas Pendidikan Provinisi Banten pada Sabtu (21/11). Bagi anak seusia dia menjadi pengamen bukan pilihan hidup, melainkan karena latar belakang ekonomi keluarga yang pas-pasan. Dia menjadi pengamen sejak SMP kelas 2 dan sering beroprasi di daerah Cilegon. Dari hasil uang mengamen yang dia dapatkan kadang sebagian diberikan kepada keluarganya dan sebagian lagi buat dia jajan sehari-hari. “Saya mengamen karena ingin membantu keluarga. Karena keluarga saya tidak mampu” ujarnya lirih.
Seri Alun-alun Kota Serang (1)
Oleh Gol A Gong
Saya mengawali hari Senin, 1 April 2013 ini dengan mengantar kedua anak sekolah ke SD Peradaban Serang. Tapi, di alun-alun kota Serang, saya tergoda jogging, karena melihat suasananya yang asri dan tak ada pedagang. Alun-alun kota Serang dipugar memakan biaya Rp. 10 milyar dari APBD Banten. Resmi digunakan warga awal Februari 2013. Kedua anak saya mengijinkan. Istri saya Tias Tatanka juga ikut.
Read more...Oleh Jang RuDun
Penulis: Anisa Widiyarti, Indah IP, Linda Nurhayati, Diah Arie Setiawati, Haya Aliya Zaki, Amalia Husna, Jazimah al-Muhyi, Nunung Yuni Anggraini, Dewi Ulfah, Aney Maysarah, Yuniar Khairani, Triani Retno A, Nataya Charoonsri Rizani, Dian Onasis, Nunik Utami Penerbit: Glitzy Book Publishing, imprint Gramedia Pustaka Utama, Juli 2011.
08 Juni 2011 - 07:54 (Diposting oleh: Gola Gong)
Oleh Anas Nasrudin
Dari dulu aku selalu kesulitan menulis sajak. Tapi, setiap berhsil menulik sajak (perjalanan), aku selalu senang menceritakan prosesnya dan maksud tersembunyi dari sajakku. Memang, aku tidak menyukai sajak gelap. Sajakku sajak terang dan berbau kritik sosial. Seperti pada 27 Jan - 1 Feb lalu, aku dan Muhzen Den serta Ahmad Wayang menyusuri Jawa Tengah hingga ke Jepara, aku berhasil menulis sebuah sajak, yaitu tentang kerinduanku kepada seorang perempuan yang pandai menulis di Banten. Istriku - Tias Tatanka bisa menulis, tapi itu tidak cukup buatku. Di dalam cita-citaku, aku ingin di Banten ini banyak bermunculan permpuan penulis. Bacalah sajakku ini:
Read more...
24 November 2009 - 07:07 (Diposting oleh: Rumah Dunia)
Oleh Ahmad Wayang
Pagi sudah membuka tirainya, sinar kemerahan mentari pagi baru terlihat sedikit. Sekitar pukul 05.30 Rimba Alangalang, Relawan Rumah Dunia, tiba-tiba berucap, “Wan Anwar meninggal,” katanya masih ragu. Saya yang kebetulan ada di dekat Rimba mendengar apa yang ia ucapkan. Saya ragu dengan apa yang saya dengar. Saya kemudian bertanya, “Siapa yang meninggal, Kang?” “Saya dapet SMS dari Duha, mantan wartawan Radar Yunior, kalau Wan Anwar sudah meninggal,” jawab Rimba. Buru-buru Rimba menelpon Wahyu, sahabatnya yang aktif di komunitas Kubah Budaya, asuhan Wan Anwar. Setelah Rimba selesai menghubungi Wahyu, saya kembali bertanya, “Kapan meninggalnya, Kang?” tanyaku lagi ingin tahu. “Katanya jam empat pagi tadi,” kata Rimba pelan.
Siapkan dirimu untuk menghadiri hajat besar HARI BUKU SEDUNIA di Taman Budaya Rumah Dunia, Komplek Hegar Alam no 40 Ciloang-Serang. Minggu besok, 21 April 2013 - Pukul 13.00 WIB s.d 21.00 wib. GRATIS!
Pukul 13.00 s.d 14.00 wib
-Bedah Buku "Busana Jiwa" karangan Puska Tanjung. Pembedah Koelit Ketjil.
Pukul 14.00 s.d 16.00 Wib
-Bincng-bincang proses kreatif bersama penulis senior Saut Poltak Tambunan
disambung launching 14 buku karangan relawan Rumah Dunia.
Gol A Gong: Membaca Diri
Toto St Radik: Sokrates atawa Telunjuk Miring di Kening
Firman Venayaksa: Sketsa Sastra
Rahmat Heldy Hs: RUNCANG
Hilman Sutedja: NYARANG
Getah Alas: Mencintaimu
Ahmad Wayang: Bergerak untuk Tegak
Abdul Salam HS: MUBENG
Hilal Ahmad: GILALOVA jilid 6
Jack Alawi: Saba Alam
Ardian Je: Cerita Daun Cemara dan Purnama
Poetry Ann, dkk: Kota yang Ditinggalkan
Wayang: SITI dan Cerita Cinta Lainnya
Asep Kurniawan: Saatnya Pelajar Bicara
Malam harinya, ba'da Isa
waktunya pementasan Seni. Parade pembacaan puisi bersama penyiar muda Banten, Musikalisasi Puisi, teater "Tubagus dan Mahkota" dan ekspresi..
Translated by Rimba Alangalang
“Ya Allah, give donors who helped Rumah Dunia your rashness and kindness. And hopefully their charitable is your way always. Amin…” A piece of Nek Atisah prayed. She stood on the stage in the front of audience. She was 73 years old. She is Gola Gong’s mother. Beside it, she is adviser of Rumah Dunia. And audience was the orphans who helped by her.
Sabenerna mah idé nulis dina bahasa Sunda geus kapikiran ti baheula. Idé ieu jadi leuwih mateng keur aing sibuk ngurus rumahdunia.org jeung keur nyieun resensi.rumahdunia.org. Aing ieu budak Sunda. Tapi ari pas ngomong bahasa Sunda sok ngarasa hésé. Komo deui lamun diménta sambutan di kampung. Pernah baheula méré sambutan di imah dina hiji acara, aing meuni hésé ngomong. Kusebab bisi dianggap teu sopan aing ménta izin ka nu hadir yén aing rek ngomong bahasa Indonesia baé. Nu hadir nanya, “Hésé nya?” “Uhun,” ceuk aing. Read more...