Rumah Dunia

Tuesday
May 21st
Text size
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

[#122] Pawang, dan Kado Lukisan Bupati

E-mail Print PDF

Oleh Qizink La Aziva, foto oleh Noval Ramsis

Tak terasa, Rumah Dunia (RD), komunitas kesenian yang terletak di Komplek Hegar Alam, Ciloang, Serang, telah memasuki usia ketiga dalam mencerdaskan dan membentuk generasi baru. Komunitas yang dipimpin Gola Gong ini, pada 19 Maret lalu, merayakan hari jadinya yang ketiga, di areal RD. Kalau tahun lalu, mengundang gubernur Banten, Djoko Munandar, kali ini Bupati Serang, Bunyamin.

***

PAWANG
Sejak jam 11.00 WIB plaza Rumah Dunia sudah ramai oleh anak-anak sekolah dari SMP PGRI 1 Serang dan SDN 1 Cipocok. Mereka meminta jatah waktu lebih dulu untuk interaktif tentang dunia kepenulisan. Gola Gong, Toto ST Radik, Qizink La Aziva, dan Ibnu Adam menyediakan waktunya untuk berbagi pengalaman. Diluar perkiraan, anak-anak dari SDN 1 Cipocok mencecar pertanyaan pada kami tentagn dunia kepenulisan. Mereka yagn umumnya bercita-cita ingin jadi insinyur, dokter, dan pegawai negeri, kini diantara mereka sudah ada yang berani mengatakan, “Cita-cita saya jadi penulis, Kak!”

Di sela-sela itu, gerimis turun. Ibnu meminta semua yang hadir di plaza RD berdiri dan berdoa. “Ya, Allah, tolonglah kami. Berilah kami kebahagiaan. Kami ingin berbahagia lewat puisi, teater, nyanyi, dan warna hari ini. Maka, tundalah hujan hari ini, Allah,” begitu doa mereka. Suasana plaza sangat tegang, karena jika hujan turun, bubar sudah “Tiga Pesta di Rumah Dunia” hari itu. Mereka jadi “pawang”; seolah-seolah sedang terjadi perang dahsat antara hujan dan tidak hujan. Dan Allah ternyata mendengar doa mereka. Hujan ditunda tidak turun saat itu.

LUKISAN
Jarum jam sudah menunjukkan pukul 12.30. Langit terlihat hitam. Hujan mulai merintik lagi. Prosesi peringatan ulang tahun semestinya sudah dilaksanakan. Namun Bupati Serang, Bunyamin, masih di perjalanan. Ratusan tamu undangan terlihat mulai gelisah, kaena agin bertiup kencang dan gerimis turun lagi. Kami semua bangkit dari kursi dan meminta lagi pada Allah, agar hujan ditunda dulu. Kegelisahan para hadirin mulai mereda, ketika orang nomor satu di Kabupaten Serang itu hadir bersama rombongannya. Juga gerimis berhenti.

“Minta maaf saya telat, karena saya harus menemui tamu saya dulu di Kabupaten,” ungkap Bunyamin, ketika memberikan sambutannya. Bunyamin mengatakan, dirinya sudah lama mengetahui aktivitas RD, karena sering diberitakan di media massa, salah satunya di rubrik Salam Rumah Dunia yang dimuat Radar Banten, setiap Kamis. Sudah cukup lama Bunyamin berkeinginan mengunjungi RD, tapi karena kesibukannya yang cukup padat, keinginan itu belum juga kesampaian. “Syukurlah, sebelum masa jabatan saya habis, saya berkesempatan hadir di tempat ini,” tandas pejabat yang sekitar sebulan lagi akan mengakhiri jabatannya ini.

Bunyamin mengaku terkesan dengan apa yang telah dilakukan oleh para relawan RD. Dalam pandangannya, RD merupakan tempat belajar masyarakat yang dibangun oleh masyarakat sehingga perlu mendapat dukungan luas dari berbagai pihak. “Saya harap Rumah Dunia tidak hanya ada di sini. Saya punya tanah di Cinangka dan di Carenang, semoga saja tanah itu bisa dikelola seperti ini,” tandasnya.

Sebagai rasa kekagumannya, Bunyamin berkenan menyumbangkan satu buah lukisan ‘Gadis Berjilbab’ karya Mhaex Maranoes, pelukis Serang, yang pada hari itu juga menggelar pameran lukisan. “Saya memberikan lukisan ‘Gadis Berjilbab’ ini dengan harapan agar Rumah Dunia seperti cita-cita saya menjadikan Serang yang global dan islami,” ujarnya.

Sementara dalam sambutannya Gola Gong menandaskan, RD akan tetap berprinsip menjalankan aktivitasnya tanpa mengandalkan bantuan pemerintah yang berasal dari APBD. Namun juga tidak menampik segala bantuan dalam bentuk zakat, infak, dan shodaqoh dari siapa pun, termasuk dari para pejabat pemerintah. Selain dari para donatur per orangan dan lembaga seperti Radar Banten, aktivitas RD, saat ini juga mendapat topangan dari Dinas Pendidikan yang menyerahkan zakat para pegawainya untuk RD.“APBD biarlah diperuntukan bagi yang lebih berhak untuk menerimanya,” tegas penulis novel ‘Balada Si Roy’ ini. Tambahnya, jika pembaca punya rezeki berlebih, silahkan ke Asih Purwaningtyas C, BCA Cabang Serang, nomor rekening 245 - 188 – 5733.

AGENDA

Usai pesta ulang tahun, kegiatan sudah menunggu lagi di depan mata. Jumat besok (25/3), rombongan dari Youth Islamic Study Centre Al-Azhar, Jakarta. Mereka akan membawa 40 anak-anak untuk berbagi ilmu bagaimana caranya mengelola majalah dinding. Selain itu akan ada pertunjukan kesenian.

Hari Sabtu (26/3), jam 13.30, bekerjasama dengan Radar Banten, akan digelar debat visi calon bupati Serang. Nara sumber bersama Taufik Nuriman dan pembanding Lutfi (PJ halaman Pilkada Radar Banten). Kegiatan ini dalam rangka pembelajaran politik kepada masyarakat bawah dan memberi kesempatan seluas-luasnya kepada warga Serang untuk bisa melihat langsung para calon pemimpin mereka secara egaliter. Duduk sama rendah tak berkursi, berdiri sama tinggi tak berdasi. Diharapkan dengan kegiatan ini, para calon bupati bisa lebih mengenal karakteristik masyarakatnya. Terutama dari kalangan bawah, seniman dan budayawan.

"Kami akan lebih menekankan membedah visi-misi para cabup ke wilayah yang biasa kami geluti; yaitu tentang kesenian dan kebudayaan. Bagaimana perhatian para calon bupati itu terhadap para seniman, terutama karya-karyanya. Juga perpustakaan dan gedung kesenian. Serang belum punya kedua tempat itu yang representatif!” kata Firman Venayaksa, PJ Program Rumah Dunia.

Joomla Templates and Joomla Extensions by ZooTemplate.Com
 

Login Form

  • Login
  • Create an account
    Registration
    *
    *
    *
    *
    *
    Fields marked with an asterisk (*) are required.