11 April 2012 - 17:50 (Diposting oleh: Rumah Dunia)
Oleh Gading Tirta
11 April 2012 - 17:50 (Diposting oleh: Rumah Dunia)
Oleh Gading Tirta
11 April 2012 - 17:37 (Diposting oleh: Rumah Dunia)
Oleh Ahmad Wayang
05 April 2012 - 13:52 (Diposting oleh: Rumah Dunia)
Oleh Suni Ahwa
Sinar matahari siang ini begitu cerah. Aku melangkah keluar dari rumah dengan harapan yang masih membumbung tinggi di atap-atap kepalaku.
“Semoga anak-anak Rumah Dunia hari ini menunaikan janjinya,” doaku mengiringi setiap langkah. Tas batik biru kubalutkan pada pundakku. Berat mulai terasa ketika kakiku memasuki jalan setapak menuju Rumah Dunia. Bola mataku berkeliling menyusuri setiap liku titik-titik anak-anak biasa nongkrong dan biasa bercengkrama. Lalu mataku tertumbuk pada dua orang anak yang berada di atas pohon seri.Alunan depape menghantarkan jemari ku untuk segera bermain keyboard notebook biru. Rindu rasanya dengan si biru, terlebih lagi kepala ini pusing tak kuat menahan kegemasan ingin segera mengetik menceritakan tentang suatu hal yang begitu membahagiakan. Lagi, dan semoga tidak bosan izinkan ku bermesraan dengan Rumah Dunia.
Minggu, 21 Maret 2013. Hari kartini bukan? Bukan sekedar itu, hari istirahat yang tidak seperti biasanya mataharinya begitu terik, membuat siapa saja ingin berbetah lama-lama di dalam rumah, menikmati kasur empuk atau menikmati es kelapa. Ahh, sungguh enaknya. Ya, hari lalu kemalasan sangat menyayat jiwaku, cuaca yang panas, mata yang tidak kuat untuk dibawa tidur, dan pedal sepeda yang lepas. Oke, kalau mengikuti rasa malas, tidak akan maju-maju. So, akhirnya berjalan menenteng sepeda dari pondokan menuju jalan raya yang wow lumayan bikin gempor hu.